News

Pemprov Maluku Luncurkan Program Sekolah Aman dan Nyaman untuk Ciptakan Lingkungan Belajar Positif

MALUKU.PUSARAN.ONLINE – Pemerintah Provinsi Maluku resmi meluncurkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Peluncuran program tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Senin (13/7/2026).

 

Program BSAN merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku untuk mewujudkan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menjamin rasa aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik.

Kegiatan peluncuran dihadiri oleh perwakilan Rektor IAIN Ambon, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku beserta jajaran, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mitra pembangunan, antara lain Institut Leimena, Inovasi Maluku, dan Sasakawa Peace Foundation. Hadir pula kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai wilayah di Provinsi Maluku.

 

Dalam sambutan tertulis Gubernur Maluku yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU, disampaikan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua bagi peserta didik, yaitu ruang yang memberikan rasa aman, menumbuhkan harapan, sekaligus membentuk karakter generasi muda.

 

“Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, menumbuhkan harapan, dan membentuk karakter anak. Kita ingin budaya sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi gerakan bersama, sehingga anak-anak kita merasa diterima, dihargai, dan dilindungi untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” demikian pesan Gubernur.

Program BSAN mengusung tema “Membangun Sekolah Berbudaya Aman, Nyaman, Inklusif, dan Berkelanjutan melalui Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman serta memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Melalui pendekatan literasi keagamaan lintas budaya, sekolah diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, saling menghormati, dialog, dan semangat hidup berdampingan secara damai sejak dini. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan persatuan, dan penanaman budaya damai bagi generasi muda.

 

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Institut Leimena, Inovasi Maluku, Sasakawa Peace Foundation, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Pemerintah Provinsi Maluku berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan seluruh mitra pembangunan terus diperkuat agar Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di Provinsi Maluku. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir generasi Maluku yang cerdas, berkarakter, toleran, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Related Posts

1 of 11