MALUKU.PUSARAN.ONLINE-Persoalan yang bermula dari dugaan anjing menggigit anak berujung panjang.
HCA bersama adiknya, MA, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan dan kini memilih membawa perkara tersebut ke jalur hukum.
Sikap korban tegas, Gloria Laisina dan para terlapor lainnya tetap diproses, tidak ada pencabutan laporan dan tidak ada kata damai.
“Kami sudah memilih jalur hukum. Gloria dan para terlapor tetap kami proses. Tidak ada kata damai. Kami ingin perkara ini terang dan siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas HA kepada wartawan
Menurut HA, persoalan bermula ketika Gloria mendatangi rumahnya setelah muncul dugaan anak Gloria digigit anjing milik korban.
HA mengaku, setelah itu dirinya bersama Gloria bersama kembali ke rumah terlapor dengan maksud untuk memastikan kondisi anak tersebut.
“Saya datang untuk melihat anaknya. Kalau memang benar digigit anjing saya, saya siap bertanggung jawab. Tetapi kedatangan saya justru berujung pertengkaran,” ujarnya.
Namun belum sampai dirumah pelaku, ketegangan kemudian meningkat setelah terjadi adu mulut.
HA mengaku Gloria sempat hendak memukulnya, aksi itu kemudian dilerai anggota keluarganya
Namun, HA menyebut salah satu adiknya, HBA, yang masih di bawah umur, justru terkena pukulan, dan karena merasa sakit adiknya kemudian mendorong terlapor hingga terjatuh.
Keributan belum berakhir, HA mengaku Gloria kemudian mengambil batu dan melemparkan ke arahnya hingga bagian panggul korban mengalami lebam (Memar) dan bengkak.
“Saat itu saya sudah berusaha menahan diri. Tetapi saya dilempar batu sampai panggul saya lebam dan bengkak. Kami kemudian kembali ke rumah dan mengira masalah selesai,” kata HA.
Menurut keterangan HA, sekitar lima menit setelah kejadian pertama, Gloria kembali datang bersama Sherly Saiya dan beberapa saudaranya
HA menuturkan Gloria masuk beberapa kerabatnya ke rumah dan kembali berusaha menyerangnya.
MA Adik dari HA kemudian disebut berusaha menghalangi, situasi kembali memanas setelah Ros Saiya datang.
Lebih ironisnya, Ibu korban, LS, yang berusaha melerai disebut justru ikut menjadi korban pemukulan.
HA kemudian mengaku dirinya dan MA kembali mendapat serangan, sehingga adiknya mengalami lebam dan bengkak pada jidat serta bagian bawah mata hingga tulang pipi.
,”Adik Beta juga mengalami goresan panjang di belakang leher setelah diduga dipukul menggunakan sapu,”ujar HA kepada wartawan.
Sementara HA mengaku dipukul beberapa kali oleh Serly Saiya yang tak lain adalah Tante Gloria, hingga terjatuh.
Akibat dianiaya Serly Saiya, HA mengaku dipukul dari kepala sampai bengkak
Selain itu pemukulan anarkis Serly membuat dirinya dan saudarinya babak belur
Dirinya sendiri mengalami bibir pecah, lebam atau memar dan bengkak pada bagian bawah mata serta tulang pipi dan mengalami sakit di bagian dada.
“Kami merasa keselamatan kami terancam. Daripada persoalan semakin besar, saya dan adik langsung pergi dan memilih melapor ke polisi,” ungkapnya.
HA meminta aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara serius.
Ia berharap seluruh pihak yang disebut dalam laporan diperiksa dan rangkaian kejadian diungkap berdasarkan bukti serta keterangan saksi.
“Kami tidak ingin main hakim sendiri. Kami serahkan kepada polisi. Tetapi kami juga tidak ingin laporan ini berhenti begitu saja. Kalau ada yang terbukti melakukan penganiayaan, proses sesuai hukum,” tegasnya.
HA juga mengklaim para terlapor sering membuat masalah di dalam kompleks dan pernah terlibat persoalan dengan warga lainnya.
Ia menyebut adanya kasus lain yang melibatkan seorang mahasiswi, yang mana Serly Saiya pernah menyerang salah satu mahasiswi di Kos-kosannya hingga babak belur
“Tidak ada kata mundur. Kami akan ikuti prosesnya sampai selesai. Kami ingin keadilan, bukan balas dendam. Biarkan hukum yang menentukan siapa yang benar dan siapa yang harus bertanggung jawab,” (***)








